Aktivis Pergerakan Tanpa Idealisme

Menjadi aktivis pergerakan tentunya bukan hal yang mudah karena banyak hal yang pastinya harus dikorbankan atau bahkan menjadi korban dalam memperjuangkan idealismenya. Heroik aktivis pergerakan demikian dirasakan oleh para aktivis pada dekade kemerdekaan. Bahwa sesungguhnya aktivis pergerakan dekat dengan perjuangan dan perjuangan dekat dengan penindasan serta ketidak adilan. Dari ruang yang sempit dan menyakitkan itulah kemudian muncul gagasan-gagasan besar. Syahrir, Soekarno, Hatta, Soe Hok Gie, dll telah membuktikan bahwa idealisme tidak hadir dengan sendirinya. Idealisme tidak tumbuh pada ruang dan keadaan yang melenakan. Akan tetapi, idealisme tumbuh pada ruang sempit, ruang penindasan, dan keadaan yang penuh dengan konflik kepentingan. Berawal dari rasa ketidak adilan inilah kemudian memunculkan sebuah pandangan untuk selanjutnya perlu melakukan perjuangan. Bukan sekedar perjuangan jangka pendek, tapi perjuangan yang lebih visioner.
Keadaan yang menyakitkan mematik api perjuangan untuk berani melawan, jujur menyampaikan kebenaran. Tanpa kemudian melibatkan hal-hal yang berbau kepentingan. Satu jalan, satu visi, satu misi untuk menumbangkan kediktatoran. Bersatu padu melakukan revolusi inilah yang dilakukan aktivis gerakan periode Soekarno dan Hatta. Membentangkan mimpi-mimpi tentang pengembalian hakekat manusia, kedamaian, keamanan, kesejahteraan, kehormatan dan kemerdekaan.
Hingga kemudian perjuangan ini dirasakan belum berakhir, estafet perjuangan haruslah terus dilakukan jika menginginkan ada sebuah keseimbangan. Mungkin keadaan sekarang tidak seheroik pada masa dekade kemerdekaan. Akan tetapi, sesungguhnya selalu ada ruang untuk memunculkan idealisme. Karena sejatinya idealisme lahir dari jiwa-jiwa suci yang menginginkan sebuah perbaikan, ruh yang mengharapkan akan adanya keteraturan.
Namun, bukan pula hal yang mudah untuk mempertahankan idealisme itu. Keadaan yang berbeda menghadirkan pula rasa kepedulian yang berbeda. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan kini harus disematkan para aktivis pergerakan bahwa idealisme telah hilang. Diakui atau tidak bahwa idealisme telah tertawan, terkungkung pada ruang-ruang pembodohan. Ketumpulan para aktivis bukan lagi hal yang dielakkan karena sesungguhnya jika tidak ada perubahan pada pola gerak aktivis pergerakan adalah sebuah keniscayaan bahwa aktivis pergerakan akan berhenti pada tataran pragmatis.
Kondisi krisis idealisme yang dialami oleh para aktivis pergerakan kebanyakan disebabkan karena para aktivis lebih disibukan pada pikiran-pikiran jangka pendek yang bersifat teknis dan melupakan penggalian idealisme. Sungguh benar bahwa idealisme belum tentu kebenaran dan kebenaran tidak ada yang mutlak selain kebenaran Illahi. Namun, bukankah kondisi yang patut dipertanyakan ketika ada orang yang mengaku aktivis pergerakan akan tetapi tidak memiliki idealisme. Maka lepaskanlah sekat-sekat pembodohan, uraikanlah tali kekang kepentingan. Jadikan aktivis pergerakan sebagai control yang menyeimbangkan ketidakteraturan dengan idealisme yang kuat dipertahankan. Membiarkan aktivis pergerakan tanpa idealisme seperti halnya membiarkan penjajahan dan kediktatoran berkuasa. Maka Bergeraklah Kawan. Didik Penguasa dengan PERLAWANAN. Didik Rakyat dengan PERGERAKAN. PENYADARAN, PERLAWANAN & PERGERAKAN.

5 comments on “Aktivis Pergerakan Tanpa Idealisme

  1. sepakat…jika ada 1000 orang memiliki idealisme maka pastikan aku adalah salah satunya, dan jika ada 100 orang yang mash idealis maka aku masih ada disana, jika ada 10 jadilah aku salah satunya. dan jika hanya tinggal 1, maka pastikan itu adalah AKU.

  2. Sip,, Sip.. Tapi sangat perlu internalisasi,, antara idealis,, dan egois… ^_^
    Eh,, add linkku mbak… Tu link antum dah ta add…

  3. pada dasarnya memang sulit jika mencari orang yang idealis,,, tapi kan kita sudah bisa mengukur sejauh mana idealis itu tertananm dalam diri kita,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s