Cita dan Cinta….

Awalnya ku berpikir bahwa tak ada hal yang lebih rumit dari cita
Tak ada hal yang lebih memusingkan selain mimpi
Tak ada ambisi yang lebih selain karir dunia
Ah., kiranya semua terbantah
Semua runtuh ketika segumpal daging itu merasakan sakit tak terkira
Kala tetes hangat mengalir membentuk sungai kecil di pipi
Ada gundah yang tak bisa diungkap
Ada sakit yang menyesakan dada
Hal yang bodoh adalah membuatnya berlarut
Cita dan cinta…
Biarkan ia menemukan jalannya sendiri
Bukankah tugas manusia menjalani takdir?
Berbekal semangat cita, dan segenggam ketulusan cinta
Yang aku sendiri tak tau siapa pemilik hati ini
Bersandar pada Sang Pemilik Hati adalah pilihanku kini

Ruang Pesakitan
Sudut Yogyakarta, 22 September 2012 (00:03)

Menunggu Takdirku

Tenang dalam keramaian adalah sisi lain yang tak bisa diungkapkan

Bertahan dan terus bertahan,…

Hingga kapan? Mungkin itu tanyamu

Tentu tak bisa ku menjawabnya

Aku hanya ingin menjalani takdirku

Menjalani apa-apa yang ku bisa

Mengenalmu adalah takdirku

Bertemu kembali setelah perpisahan panjang adalah takdir lain yang ku tunggu

 

Ruang Sepi

Sudut Yogyakarta, 2 Juli 2012 (18:53)

Ku ingin kau mengerti….

Biarkan mengalir natural
Tanpa pemaksaan dan juga dibuat-buat
Bersikaplah layaknya orang dewasa
Tidak perlu memperpanjang masalah
Merunyamkan hal yang sudah runyam
Yang karenanya kau pusing
Hingga tak beraturan untuk memperbaikinya
Adakah pemikiran membenahinya?
Hingga kau merasa menegakkan benang basah?
Tegap dalam langkah
Optimis dalam mengeksekusi mimpi
Ku harap kau akan mengerti
Arti kerja keras dan pasrah pada Sang Penggenggam takdir

Ruang Sepi
Sudut Yogyakarta, 26 Maret 2012 (17:28)
_Bersama pesona senja_

Cinta dan Logikanya.,

Cinta itu memiliki logikanya sendiri.,
Jangan pernah berfikir bahwa kau bisa menerkanya.,
Cinta itu memiliki alurnya sendiri.,
Jangan pernah berharap bahwa kau akau membuat cerita sesuka hati.,
Cinta itu memiliki ritmenya sendiri.,
Jangan kau pikir bisa memainkan lagu sesuka hati, kecuali nada sumbang yang kau dapati
Cinta itu adalah kebebasan memilih hati.,
Jangan berfikir kau bisa memasungnya bahkan membendungnya dengan sekuat tenaga

_Ruang Sepi_
Sudut Yogyakarta, 11 Maret 2012 (15:05)
//Senja yang berkabut//

Mencari Jalan Pulang…

Jauh….
Telah jauh kaki ini berjalan
Meski rapuh dalam langkah
Menyeretnya hingga berdarah
Nyatanya, aku tengah tersesat di ujung lorong gelap
Ku atur langkah dan memutarnya
Berharap ada sepercik cahaya sebagai petunjuk
Nyatanya, tak ku temui ujung yang ku cari
Kembali tersesat
Dimana sahabatku yang dulu menemaniku
Dimana guru yang dulu membimbingku
Aku ingin pulang.,
Seperti dulu

Ruang Perenungan
Sudut Yogyakarta, 9 Maret 2012 (20:08)
_Malam nan sendu_

Titik

Berada pada titik yang tak tersentuh
Benang runyam yang tak terurai
Bersikeras untuk menaklukan, namun sia-sia
Berujung pada kehampaan yang menjadi
Berhenti berarti kalah
Berjuang bukan pula pilihan
Berdiam dirikah kemudian mati
Bergerakkah, tapi tanpa arah?
Berbagai pilihan dengan ketidakpastian

Ruang Keterasingan
Sudut Yogyakarta, 9 Maret 2012 (20:21)
‘’Tuhan, aku ingin pulang….ijinkanlah….”

…………..???

Mengenalmu adalah penyesalan bagiku.,

Mengenalmu adalah sesuatu hal yang tak terbayangkan.,

Mengenalmu adalah hal yang tak ku inginkan.,

Mengenalmu adalah menyiram luka dengan air garam

Mengenalmu, menguras segenap rasa

Mengenalmu, aku menikmatinya

Dengan segenap pola yang tak berbentuk

 

Ruang Rindu

Sudut Yogyakarta, 7 Maret 2012 (20:00)

_Bersama malam kelabu_

Bersama pesta yang sejatinya….

Berkecamuk dalam pikir yang runyam.,

Mecari sebab atas gundah tak berujung.,

Inilah yang ku rasakan.,

Rasa yang membadai di tengah ketenangan hati.,

Rasa yang menyempitkan hati bukan melapangkan.,

Rasa yang tak bisa dilukiskan meski dengan kuas terbaik.,

Pun tak bisa dilagukan meski dengan senandung syahdu.,

Karena ia tidak hadir bersama dengan ketenangan

Namun,bersama amukan dan penolakan jiwa yang kian menjadi

Pikiranpun mengutuk tak berkesudahan.,

Untung tak dapat diraih, malangpun tak dapat ditolak

Rasa yang kian menjadi, rasa yang kian menyakitkan

Menghalau dalam susah

Menahan dalam perih

Berharap., senyum akan terkembang

Bersama pesta yang sejatinya…..

 

Ruang Sepi

Sudut Yogyakarta, 23 Februari 2012 (17:56)

_Bersama mega mendung sang senja_

 

 

Layang-layang…

Selaksa bermain layang-layang

Kau tarik ulur hatiku tak berkesudahan.,

Jangan pernah bertanya tentang rasa lelah yang mendera

Lelah, bahkan teramat lelah jika kau ingin tau

Bagimu ini menyenangkan mungkin

Namun., tidak untukku

Memutus tali secara sepihak bukan hal yang bijak

Mengikuti arah angin dan menahannya itukah mau mu?

Ah.,..

Andai kau tau, aku bosan melihat tingkahmu

Pun sama halya melihat kekanak-kanakanmu

Tertawa terbahak melihatku sekuat mungkin menahan angin

Sampai kapan?

Tanya yang mungkin tak ingin kau jawab!

 

Ruang Kelelahan

Sudut Yogyakarta, 22 Februari 2012 (13:35)

_Bersama siang yang mendung_

 

Cukup!

Cukup sudah.,

Mengurai air mata hingga tanpa sisa.,

Mengepakan sayap hingga terpatah.,

Menyanyikan lagu sendu yang pilu.,

Semuanya telah hilang tanpa sisa.,

Menunggu bukanlah lagi menjadi pilihan.,

Mengalah juga bukan hal yang diturutkan.,

Disudahi saja!

Dilepaskan saja!

Cukupkan kau menyiksa!

 

Ruang Sepi

Sudut Yogyakarta, 21 Februari 2012 (09:50)

_Bersama hati yang nanar_